Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

PERMATA Minta Pemkab Purwakarta Penuhi Hak Korban Bencana Sesuai Perundang-undangan

Penyerahan bantuan di lokasi bencana Tegalwaru, Purwakarta

PURWAKARTA, Permata.or.id - Seluruh Keluarga Besar Perhimpunan Mahasiswa Purwakarta (PERMATA) turut berduka-cita atas terjadinya bencana alam yang menimpa masyarakat di Purwakarta.

Bencana alam yang terjadi kemarin diantaranya, di Kampung Cirangkong Desa, Pasanggrahan, Kecamatan Tegalwaru kemudian Desa Cihanjawar Kecamatan Bojong dan baru terjadi pada Senin (15/2/21) di Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari.

Turut prihatin apabila mendalami perasaan yang dialami oleh para korban dari musibah tersebut. Maka dari keprihatinan ini, Pengurus Besar Perhimpunan Mahasiswa Purwakarta (PB PERMATA) bersama seluruh Cabang PERMATA akan terus memberikan pengawalan kepada korban.

"Bagi kami, bicara bencana bukan soal Pray For, bukan soal menggalang donasi lalu kemudian memberikannya. Tidak sebatas itu, tetapi kami akan mengawal dari mulai dilakukannya evakuasi, relokasi, assessment hingga proses trauma-healing kepada korban," tegas Ketua PB PERMATA, Mochammad Ilga Sopian Maksum.

PERMATA sudah membentuk beberapa tim, untuk mengawal para korban. Termasuk di lokasi bencana, ada pengurus dan anggota yang ikut terlibat dan terus melakukan pemantauan agar memastikan para korban mendapatkan hak-nya.

Disisi lain, PERMATA juga menuntut kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta untuk melakukan penanganan bagi para korban bencana sesuai dengan aturan perundang-undangan.

Dalam Pasal 53 UU 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dijelaskan, para korban bencara harus mendapatkan kebutuhan mulai dari Pangan, Sandang, Pelayanan Kesehatan yang baik hingga Pelayanan untuk pemulihan Psikologis.

"Kami meminta Pemkab Purwakarta untuk segera merencanakan rehabilitas di lokasi (bencana) mulai dari melakukan rehabilitas, perbaikan kembali sarana dan prasarana yang rusak, hingga memulihkan ekonomi," tutur Ilga.

Sekedar diketahui, jumlah korban dan kerusakan yang terjadi akibat bencana tersebut diantaranya, sebanyak 71 rumah warga rusak berat akibat pergeseran tanah di Desa Pasanggrahan, Tegalwaru dan satu rumah rusak akibat longsor di Desa Cihanjawar, Bojong.

Biro Pers Jurnalistik PB PERMATA


Follow by Email