Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Organisasi dan Cinta - Karya Tulis


Oganisasi merupakan wadah yang terdiri dari 2 orang atau lebih yang berkumpul dan memiliki tujuan yang sama. Dalam organisasi akan dijumpai orang dengan berbagai sifat dan karakternya. Organisasi terkadang akan kehilangan anggotanya setelah para anggota tersebut mencapai titik kejenuhan. Oleh sebab itu, diperlukan pendekatan-pendekatan yang jitu agar organisasi itu tidak tinggal nama. Perlu adanya generasi penerus yang akan meneruskan perjuangan dalam organisasi tersebut.

Salah satu pendekatan yang patut dikaji adalah pendekatan cinta sebagai salah satu aspek dalam mengembangkan organisasi. Cinta adalah suatu perasaan dan tingkah laku yang positif, serta komitmen yang dimiliki seseorang guna menjaga kestabilan perasaan dan tingkah lakunya yang dapat mempengaruhi hubungan yang sedang dijalani. Hubungan yang dimaksud adalah hubungan antarasesama manusia dengan lebih dari dua orang bahkan lebih, tidak hanya sebatas hubungan antara dua orang yang sedang jatuh cinta. Untuk memahami dan menguraikan cinta secara mendalam, Sternberg memformulasikan sebuah model berkenaan dengan cinta. Teori ini dinamakan sebagai Triangular Theory of Love atau teori triangulasi cinta yang menjelaskan bahwa cinta dapat dipahami melalui tiga komponen yaitu intimacy, passion, dan commitment.

Salah satu ciri organisasi yang sehat adalah ketika individu-individu dalam organisasi memiliki pola hubungan yang sehat. Hal ini berpengaruh terhadap kinerja dan pola kerjasama yang akhirnya berdampak pada hasil kerja yang dicapai. Akan tetapi organisasi harus menanamkan aturan yang jelas, agar kedekatan yang terjalin antar sesama karyawan tidak mengurangi sikap profesional dalam bekerja.

Bagaimanapun keadaannya, jatuh cinta dengan rekan organisasi tak selalu menjadi hal yang menyenangkan. Terlebih saat ini memang sudah menjadi hal yang wajar untuk organisasi memiliki peraturan mengenai hubungan asmara antara rekan. Terlebih bila berada di bidang divisi yang sama. Namun, peraturan yang diberikan mengenai hubungan asmara antar rekan, satu hal yang pasti dan harus berusaha mempertahankan sikap profesional meski sedang merasakan jatuh cinta dengan rekan organisasi.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan ketika mulai merasakan jatuh cinta dengan rekan satu organisasi. Beberapa trik yang mungkin bisa dipraktikkan, Seperti :

1. Tetap Fokus - Rasa cinta memang milik semua orang. Dan sewajarnya, tak ada perusahaan atau organisasi apa pun yang berhak menghalangi atau menghentikan perasaan cinta tersebut. Namun, ketika Anda mulai merasakan jatuh cinta dengan rekan organisasi, menentukan fokus, dan prioritas menjadi satu hal yang pasti karena pada peraturan dimana nantinya kemungkinan besar salah satunya harus siap berganti pekerjaan atau bahkan dimutasi. Karena itu, menentukan fokus dan prioritas menjadi satu hal yang wajib dipertimbangkan. Bila memang pada akhirnya fokus pada hubungan cinta tersebut, mencoba mencari pekerjaan lain dapat menjadi pertimbangan pula.

2. Berikan Batasan - Beri batasan kapan bisa bertemu dan mengungkapkan perasaan. Batasan ini harus diterapkan secara disiplin pada diri sendiri dan pasangan. Pasalnya, tak ada yang lebih buruk selain pekerjaan yang terganggu karena urusan cinta. Batasan di sini juga bisa berarti sampai sejauh mana Anda membiarkan diri sendiri “terbawa arus perasaan”.

3. Lihat Bukan Sebagai Kekasih - Satu hal yang sebenarnya paling sulit ketika jatuh cinta dengan rekan kerja adalah melihat sosok pasangan sebagai rekan organisasi. Jadi ketika merasakan perasaan cinta dengan pasangan, maka mau tak mau rasanya ingin selalu membelanya atau mendukung ide yang diberikan. Padahal di pekerjaan, hal seperti tersebut tak seharusnya terjadi. Objektivitas inilah yang penting sekali untuk dipertahankan ketika Anda memiliki perasaan lebih pada rekan kerja.

Namun cinta yang membuat kita tetap menjadi manusia seutuhnya dalam organisasi, bukan mesin atau instrumen pendongkrak kinerja semata, atau perpanjangan tangan dari kepemimpinan atasan. Maka jika memang harus berada dalam organisasi, cintailah, jika belum maka belajarlah mencintai, jika tidak bisa juga temukanlah organisasi yang bisa anda cintai. Sehingga anda menjadi manusia seutuhnya dalam bekerja, punya cipta, rasa dan karsa, dan yang lebih penting memori anda berisi hal-hal positif dalam hidup.

Oleh: Mita Mutia Rani