Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mahasiswa Purwakarta Peduli Lingkungan lakukan silaturahmi ke Komunitas Hidroponik Purwakarta


Purwakarta, 4 Juni 2020 - Salah satu hal yang sangat berkesan bagi Mahasiswa Purwakarta Peduli Lingkungan yang tergabung dalam GNI-Berbangsa Ranting Kec. Tegalwaru, PAC IPNU Tegalwaru, PAC IPNU Plered. Siang tersebut akhirnya GNI-Berbangsa Ranting Kec. Tegalwaru, PAC IPNU Tegalwaru, PAC IPNU Plered bisa bersilaturahmi dengan Ibu Eni Lestiorini, yang merupakan Ketua Komunitas Hidroponik Purwakarta. Silaturahmi memang tidak direncanakan, hanya sebelum dzuhur kami sempat menghubungi Ibu Eni untuk bertemu dan akhirnya setelah dzuhur  bisa bersilaturahmi langsung di rumah dan lahan hidroponiknya di samping rumah.

Kesan pertama ketika bertemu dengan Beliau adalah sosok yang sangat hangat dan sangat ramah serta selalu tersenyum. Pengalamannya di dunia hidroponik yang sudah cukup lama sekitar 8 tahun, tak membuat beliau merasa jumawa dengan segala ilmu dan pengalamannya, yang ada beliau sangat welcome kepada kami, dengan menerima kami untuk sedikit berdiskusi mengenai hidroponik tersebut.

Sesuai dengan tujuan kami bersilaturahmi kepada beliau, yakni berdiskusi serta belajar mengenai hidroponik tersebut. Alhamdulillah kami mendapatkan ilmu, baik dari mulai pemahaman hidroponik, bedanya hidroponik dengan pertanian konvensional, alat-alat yang diperlukan, bahan-bahan yang digunakan, kekurangan dan kelebihan hidroponik, tata cara pembuatan hidroponik terkhusus sebagai pemula hingga pembuatan hidroponik untuk skala produksi lebih besar.


Obrolan diawali dengan pemahaman mengenai hidroponik khusus untuk pemula, karena kita dalam melakukan suatu hal tak akan bisa langsung besar begitu saja, akan tetapi dimulai dari hal kecil terlebih dahulu kemudian secara lama-kelamaan akan besar, begitupun dengan hidroponik tersebut. Ibu Eni juga menegaskan "Bahwasannya hidroponik itu tergantung pembawaan kita, dibuat ribet ya ribet dibuat simpel ya simpel" ungkapnya.

Kemudian, mengingat sektor pertanian yang kerap dibahas di forum-forum besar pemerintahan, baik pusat maupun daerah. Namun kondisi di lapangan, masyarakat belum memiliki pemahaman yang luas terkait pertanian. Beliau menegaskan "Utamanya kalangan pemuda, sebagai generasi penerus seharusnya ikut terlibat penuh pengembangkan pertanian dengan cara ikut serta di lapangan, terkhusus di masa pandemi covid-19 ini" jelas Ibnu Ramadhan selaku Sekretaris Pengurus Ranting GNI-Berbangsa Kec. Tegalwaru.


Adapun di sisi lain menurut M. Ahmad Yani (Ketua Departemen Organisasi PAC IPNU Tegalwaru), dengan bertani berarti kita turut berkontribusi terhadap peradaban di negeri ini, karena Petani itu  adalah "Penyangga Tatanan Negeri", "Seyogyanya kita sebagai bagian dari Pemuda yang dilahirkan di lingkungan masyarakat harus bisa memunculkan semangat dan hasrat bertani, paling tidak suka aja dulu, dari suka menjadi hobi, lebih-lebih bisa memajukan pertanian di lingkup masyarakat, yang pada akhirnya bisa berlanjut ke skala yang lebih besar dan kompleks lagi," paparnya.

Selain itu, melihat situasi dan kondisi lahan jika yang dimiliki oleh kita terbilang sempit bukan menjadi sebuah halangan untuk bertani, terlebih yang hidupnya di perkotaan, dan pedesaan pun sama walau tak pemukimannya tak sepadat di perkotaan. "Lahan yang terbatas sebenarnya bukan berarti tidak bisa melakukan kegiatan bertani, salah satunya ada sistem hidroponik, hingga beberapa alternatif bertani pada lahan terbatas, bisa dilakukan dengan memanfaatkan pekarangan rumah," pungkas Nendi Apriki (Ketua PAC IPNU Plered).

Panjang Umur Pertanian, Panjang Umur Kebaikan. Salam Lestari! Hidup Mahasiswa!

Oleh :
Mahasiswa Purwakarta Peduli Lingkungan
Pengurus Ranting GNI-Berbangsa Kec. Tegalwaru
PAC IPNU Tegalwaru
PAC IPNU Plered

Post a Comment

0 Comments