PSBB Di Purwakarta Dianggap Gagal


Dalam PP No. 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PP PSBB) itu semua berlaku untuk seluruh manusia bukan untuk masyarakat saja tapi aparat dan pemerintah juga sama.

Masyarakat ditekan agar bisa mengikuti peraturan tapi tidak selaras dengan yang terjadi di lapangan, ternyata para aparatur pemerintah masih berkerumun saat melakukan PSBB hari pertama di Purwakarta.

Saat masyarakat menjerit soal dampak dari Pandemi COVID-19 ditambah dengan berlakunya aturan PSBB di Purwakarta malah muncul keanehan, pemerintah tidak bisa memberikan contoh yang baik bagi masyarakat. Jadi jangan salahkan jika masyarakat banyak yang berkerumun, toh aparatnya juga masih melakukan itu.

Soal ekonomi adalah kasus paling parah saat ini, harusnya pemerintah bisa mengatasi dampak pandemi ini dengan hal yang lebih real seperti membuka akses usaha dan yang lainnya. Bukan malah memenjarakan rakyatnya dengan aturan-aturan yang tidak berlaku secara efektif.

Sekarang rakyat seolah dipenjara di rumah, keluar di check point tapi bupati dan jajarannya malah berkerumun tanpa mengindahkan anjuran. 

Wahai pemerintah lihatlah masyarakat, bukan hanya sebatas memberlakukan aturan dari pusat, memang pandemi ini susah usai dan ada aturan untuk percepatan penyebaran covid-19. Tapi tolong, Sebagai Pemerintah yang notabene adalah figur jangan sampai juga menyalahi aturan dengan laga berkumpul mengecek berjalannya aturan tanpa mengindahkan anjuran.

Seorang Anonymous berkata, Jika ingin ditiru maka perlihatkanlah terlebih dahulu. Semoga potret hari pertama yang tidak mengindahkan hakikat PSBB tidak ditiru oleh Masyarakat.

Oleh : Mochamad Ilga Sopian Maksum (Ketua PB PERMATA)

Post a Comment

0 Comments