Breaking News

Pertarungan Ideologi Dalam Pacaran

Gambar : Anggi

Pacaran pada umumnya yang dirasakan pasti saling mencintai, berbagi dan mendukung pasangannya. tapi bisa jadi itu hanya terjadi pada awal percintaan. pertanyaannya : apakah setelah menyatakan cinta semuanya akan baik baik saja ? toh budaya yang selama ini kita jalani mengenal kata pacaran artinya "mengalah". dalam artian bahwa kita harus bersamaan dengan manusia yang memiliki ideologi yang berbeda. sehingga akan terjadi pertarungan ideologi untuk saling kuasa-menguasai. Padahal dalam pacaran butuh "kesadaran"  sebagaimana slogan "merawat kewarasan berpikir" maka slogan, harusnya tak hanya menjadi slogan. tapi harus benar benar di praktikan.

Menjalin relasi dalam pacaran tentu butuh kesadaran, eh maksudnya bukan sadar atau tidak sadar untuk melakukan "kek begitu" ngertikan yaa...kesadaran disini lebih kepada "EGO". *maapin capslock*. jelas dengan ideologi yang berbeda pasti si ego ini yang paling susah untuk dicapai karena masih ada rasa ingin mendominasi. masalah kecilpun akan menjadi besar jika kita tidak memakai kesadaran yg kritis. 

Jangan tanya siapa pelakunya, jangan bilang laki-laki ga pake perasaan karena mereka patriarki. jangan bilang juga perempuan karena stereotype nya kalo perempuan itu ga mau ngalah. jangan ya! jangan! kita ga boleh saling menyalahkan relasi sosial yang di topang kekuasaan hegemonik. 

*sama tipislah kaya teori gramsci* 

Tumbuh kesadaran dalam relasi pacaran adalah bentuk dari membangun relasi yang ideologis. kalau kata karl marx. yang dimana diantara keduanya tidak lagi diselimuti kesadaran kesadaran palsu yang menyebabkan kekerasan baik itu secara verbal maupun fisik. Karena kesadaran menyertakan akal budi dan rasionalitas.

Mengiyakan kekerasan dalam pacaran berarti membangun kesadaran palsu. Jadi, dalam relasi pacaran ada yang disebut pertemuan ideologi. Jika keduanya saling berupaya menguasai, alhasil semacam ada pertarungan ideologi. Jangan kaget kalau ternyata ideologi sampai ke ruang pacaran. artinya ideologi di sini berarti upaya memengaruhi cara pikir dan usaha mengarahkan cara menilai. 

Contoh : 
Perempuan memikirkan bahwa laki laki pikirannya hanya " selangkangan".
Terus laki-laki ngelarang perempuan buat main sama laki-laki terus bilang kalo si laki laki itu ga baik. padahal dia ketakutan kalo Pacarnya bisa pindah kelain hati.

Jadi, pesannya si Mbah Marx adalah, hati-hati dengan kesadaranmu dalam berpacaran, jangan-jangan bentuk kesadaran yang kalian bangun selama ini cuma kesadaran palsu.

Kesadaran kritis dalam berpacaran berarti berupaya menghadirkan prinsip-prinsip egalitarian dan berkeadilan. Misalnya, membangun dialog yang tulus tanpa tendensi untuk kuasa-menguasai, tanpa ingin mendominasi dan tidak salah-menyalahkan.

Maka dari itu proses pacaran yg tidak ideologis untuk apa dipertahankan ? toh kamu telah merasakan kekerasan verbal. yaudahlah ya dari pada bertarung ideologi lebih baik, memperbaiki pertemuan ideologi tsb, agar pacaran kalian yg sebentar/lama itu tidak sia-sia.

Oleh Anggi
PERMATA Cabang Purwakarta

No comments