Senin, 24 Juni 2019

Kampung Gelap Di Pelosok Purwakarta


PURWAKARTA - Kampung Cikorod merupakan bagian dari Desa Kertasari, Kecamatan Bojong Kabupaten Purwakarta. Sejauh limabelasan kilo dari gemerlap Kota Purwakarta. Kampung yang terisolir ini hanya dihuni lima kepala keluarga.

Jalan keluar masuk kampung dari jalur Timur ke jalan raya masih berupa jalanan bebatuan yang belum sempurna yang dikelilingi oleh perkebunan jati milik PERHUTANI. Sementara jalan yang menghubungkan Bojong  melewati jalur Cikajar, Desa Pondok Bungur Kecamatan Pondok Salam  merupakan jalan becek sempit melewati Sawah. Bahkan,masyarakat di kampung tersebut harus berhati-hati saat menyusuri jalan setapak dan jembatan itu. Jika lengah, bisa tergelincir terjatuh masuk ke sungai yang deras.

Pekerjaan sehari-hari mereka hanyalah Kuli sawah yang diupah seharga 80 ribu saja, Apabila tidak ada pekerjaan mereka selalu mencari ke kampung sebelah sebagai kuli.


Lima rumah yang menghiasi kampung terisolir ini. hanyalah gubug sederhana yang tak seberapa luas. Tanpa ada Listrik yang masuk ke kampung tersebut. gubug-gubug itu berbentuk rumah panggung beralas kayu. Sementara yang lainnya, ada yang memakai bambu. Jika berjalan di atasnya, ada suara berderit yang keras. Sebuah tanda harus pelan-pelan melangkah, atau langsung memilih duduk.

"Listrik belum masuk ke kampung kami, memang ada selalu ada pihak pemerintah yang pernah datang namun belum ada realisasi yang nyata," ucap Aab Sahroni Selaku salah satu yang tinggal di kampung tersebut.

Memang dalam hal ini, selalu ada yang melakukan Bakti Sosial di Kampung Tersebut, Salah satunya Ormas Geng motor pernah melakukan bakti sosial dan memberikan sejumlah Panel Surya untuk penerangan mereka. Namun, dari lima rumah tersebut hanya ada tiga yang masih ada karena dicuri. 

Jika malam datang, tampak gulita mencekam. Sarana kesehatan sangat jauh. Tidak ada tempat mandi, cuci dan kakus. Kebanyakan penghuni rumah, dari sepuluh rumah tak layak huni itu, jika buang hajat besar harus lari-lari ke kali kecil menuju sungai yang berada di kampung tersebut.

Sebelumnya Aab Pernah mengajukan bantuan ke RT/RW, tetapi tidak pernah ada kabar, justru masyarakat yang berada di Kampung Tersebut disuruh untuk berpindah saja apabila ingin mendapatkan Listrik. 


Anak-anak yang bersekolah harus menempuh jarak 5 Kilo dengan melewati persawahan,hutan,dan lintas kampung untuk menuju sekolah.Apabila hujan dan air sungai sedang pasang, Terkedang anak-anak terpaksa harus diam dirumah bahkan apabila sekolah sedang ulangan, mereka nekat menyebrang melawan arusnya sungai dan hujan deras hanya untuk sampai ke sekolah.

Oleh : Muhammad Fazri Syamsi
PERMATA Cabang Bandung

Kampung Gelap Di Pelosok Purwakarta
4/ 5
Oleh

Berlangganan via email

Suka dengan postingan di atas? Silakan berlangganan postingan terbaru langsung via email.

2 komentar

Tulis komentar
avatar
24 Juni 2019 13.24

Meskipun sedikit keluarga yang tinggal disana bukan menjadi alasan hak mereka mendapatkan air bersih, listrik, dan kehidupan layak tidak diberikan. Dalam hal ini pemerintah harus hadir dalam menyelesaikan permasalahan terisolirnya warga kampung Cikorod.
Selain memberikan kebutuhan dasar, saya kira perlu ada pelatihan keahlian (pembuatan kerajinan misalnya) sesuai dengan SDA setempat. Terimakasih

Reply
avatar
Rizky Maulana
24 Juni 2019 15.31

Luar biasa, ayo tetap semangat, sadarkan mereka yang sedang terlena dan cenderung tak peduli !
Semoga segala pihak terkait dapat sinergi menyelesaikan persoalan ini.

Reply