Rabu, 08 Mei 2019

Gabungan Mahasiswa Purwakarta Bersama Dengan ISI Gelar Kajian APBD Purwakarta



PURWAKARTA - Gabungan Mahasiswa Purwakarta yang terdiri dari PMII dan PERMATA menggelar Kajian Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Purwakarta bersama dengan Institute For Strategic Initiatives (ISI).

Kajian ini di gelar hari Selasa (7/5) yang bertempat di Sekretariat PMII Cabang Purwakarta.

Putut selaku koordinator ISI menyampaikan bahwa Kabupaten Purwakarta mengenai transparansi anggaran khususnya bantuan sosial dan dana hibah secara analisa dari tahun ke tahun menjelang pilkada tahun 2018 telah terjadi kenaikan secara signifikan. Sehingga perlu dipertanyakan penggunaannya.

"APBD Purwakarta ini khususnya dalam dana hibah dan bantuan sosial selalu ada peningkatan, dan peningkatan ini selalu terjadi menjelang pilkada" - ucap Putut

Setio Ali Reza selaku Sekretaris Umum PB PERMATA mengatakan bahwa dalam data Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) pada tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Purwakarta menganggarkan belanja hibah sebesar 48 M dan terealisasi 41,5 M atau sebesar 86,31% dari anggaran. Salah satu penerima hibah adalah KONI Kabupaten Purwakarta, mendapat sebesar 300 Juta.

"Pemerintah menganggarkan belanja hibah sebesar 48 M dan yang terealisasi hanya 41,5 M atau kurang lebih sebesar 86,31% dari anggaran. Salah satu penerima hibah yaitu KONI Kabupaten Purwakarta sebesar 300 Juta". - Ucap Sekretaris Umum PB PERMATA, Septio Ali Reza

Septio juga mengatakan sangat di sayangkan bantuan yang di gelontorkan kepada KONI bukan untuk kegiatan pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi, akan tetapi di pergunakan untuk pemberian uang representasi, hal itu tidak sesuai dengan Permendagri no 14 tahun 2016.

"Bantuan yang di gelontorkan kepada KONI bukan untuk kegiatan pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi, akan tetapi di pergunakan untuk pemberian uang representasi'. Lanjut Septio

Dalam acara kajian APBD Kabupaten Purwakarta ini,  Irvan Mas'ud Imanudin selaku ketua PMII Cabang Purwakarta mengatakan bahwa Purwakarta saat ini begitu tertutup dalam untuk akses masalah anggara, sehingga menimbulkan kecurigaan publik.

"Harus kita sadari bahwa Purwakarta sedang tidak baik-baik saja terutama dalam hal akses keterbukaan ataupun transparansi anggaran, dan ini terjadi sudah beberapa tahun ke belakang sejak Dedi Mulyadi memimpin". - Kata Irfan.

Mahasiswa Purwakarta akan terus melakukan kajian tentang APBD Purwakarta sampai pemerintah daerah melakukan langkah-langkah untuk transparansi.
Gabungan Mahasiswa Purwakarta Bersama Dengan ISI Gelar Kajian APBD Purwakarta
4/ 5
Oleh

Berlangganan via email

Suka dengan postingan di atas? Silakan berlangganan postingan terbaru langsung via email.