Breaking News

Demokrasi Politik adalah Mediokrasi


Demokrasi politik yang bertumpu kepada jumlah suara tidak memedulikan kualitas. Demokrasi politik lebih memerlukan pemimpin dengan kecerdasan rata-rata. Dengan kata lain, demokrasi politik adalah mediokrasi (mediocre artinya rata-rata) lebih daripada meritrokasi.

Demokrasi politik yang sebenarnya dapat berkembang jadi ideologi egaliterianisme, tetapi oleh mediokrasi disusutkan jadi semata-mata fanatisme massa yang irasional, kepercayaan pada mitos, dan dukungan berkobar-kobar untuk tokoh kharismatik.







Kita khawatir bahwa dengan demokrasi politik semacam itu umat akan jatuh ke tangan mediokrat, lebih jauh lagi, umat menjadi massa yang irasional.

Dalam mediokrasi orang tidak perlu belajar banyak untuk menjadi pemimpin. Orang hanya harus belajar retorika untuk membujuk, agitasi untuk memanas-manasi hati, dan sedikit pengetahuan sehingga orang lain akan terkesan dengan kecerdasannya.

Demokrasi politik memang tidak memerlukan masyarakat yang dapat menghargai orang yang punya otoritas di bidangnya. Yang diperlukan ialah suara. Sama saja harganya suara seorang buta huruf dengan suara profesor.

Oleh : Fitra Nurachman
Editor : Solahudin

No comments