Apa Itu Pendidikan?

Foto Oleh Google

Menurut Ki Hadjar Dewantara pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya  budi pekerti (kekuatan batin, atau karakter) pikiran (intelek), dan tubh anak; dalam Taman Siswa tidak boleh dipisah-pisahkan bagian-bagian itu agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup, kehidupan dan penghidupan anak-anak yang kita didik selaras dengan dunianya.

Ada dua istilah yang sering di pergunakan dalam dunia pendidikan, yaitu pedagogi dan pedagoik, Pedagogi berarti “pendidikan” sedangkan pendagoik artinya “ilmu pendidikan”. Pedagoik  atau ilmu pendidikan inilah yang menyelidiki, merenungkan tentang gejala-gejala perbuatan mendidik, istilah ini berasal bahasa yunani yaitu “pedagogia” yaitu pergaulan dengan anak-anak. Dalam perngertian yang sederhana makna pendidikan sebagai usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan diri baik jasmani maupun rohani sesuai nilai-nilai yang ada di masyarakat dan kebudayaan. Usaha yang dilakukan untuk menamamkan nilai-nilai dan norma-norma tersebut serta mewariskan kepada generasi berikutnya untuk dikembangkan dalam hidup dan kehidupan yang terjadi dalam suatu proses pendidikan. Dengan kata lain pendidikan dapat diartikan sebagai suatu hasil peradaban bangsa yang dikembangkan atas dasar pandang hidup bangsa itu sendiri (nilai dan norma masyarakat) yang berfungsi sebagai filsafat pendidikannya atau sebagai cita-cita dan pertanyaan tujuan pendidikannya.




Pendidikan adalah suatu lembaga yang mewadahi manusia untuk memngembakangkan potensi, untuk terwujudnya manusia-manusia yang bermoral, religious, dan humanistik. Pendidikan merupakan lembaga pendidik yang didalam terdapat para pendidik (guru) dan unsur-unsur yang memenuhi ketentuan sebagai lembaga pendidikan contohnya ialah sekolah. Bagi penulis pendidikan itu di berikan pada ruang-ruang terkecil hingga terbesar, sebab disitulah manusia dapat mengambil sebuah pembelajaran.

Ruang yang pertama adalah keluarga, keluarga menjadi ruang pertama bagi para murid. Karena di dalam keluwargalah kontruksi sosial itu mulai di bangun, dimana sosialisasi orang tua terhadap anak-anak berpengaruh terhadap pola pikir, tingkah laku, dan kreatifitas anak-anaknya di luar rumah, maka dari itu keluarga menjadi ruang pertama bagi anak-anak untuk mendapatkan sebuah pengetahuan.

Ruang kedua adalah sekolah, tidak dapat dipungkiri bahwa sekolah merupakan ruang kedua bagi anak-anak untuk mendapatkan sebuah pengetahuan. Sekolah merupakan pihak kedua setelah orang tua terhadap sosialisasi serta pembangunan kontruksi sosial, karena di sekolah merupakan pengaruh terbesar terhadap kontruksi sosial. Sebab disinilah anak-anak mengetahui pengetahuan yang baru serta adanya penyeragaman dalam suatu pemahaman. Karenanya perlulah terbangunnya pola komunikasi dari orang tua dan sekolah begitupun sebaliknya, karena adanya suatu komunikasi ini memberikan kesempatan kepada anak-anaknya untuk mengembangkan potensi yang sesuai dengan yang mereka miliki.

Ruang ketiga adalah organisasi, karena organisasi ini perlu sebagai wadah para siswa-siswi dalam mengimplementasikan pengetahuan yang mereka miliki, di sekolahpun mereka dapat mengimplentasikan namun ada batasan-batasan yang tidak boleh dilakukan di sekolah. Dalam organisasi ini pelajar akan belajar akan peran dan funsinya di masyrakat, belajar memanegement masyarakat, dan belajar untuk tampil sebagai pemimpin. Selebihnya akan di dewasakan pemikiran-pemikran para pelajar ketika mereka berbenturan dengan masalah yang terjasi pada realita yang terjadi masyarakat.

Jika ketiga ruang ini terkordinir baik itu orang tua kepada sekolah, sekolah pada oraganisasi dan organisasi kepada orang tua, setidaknya ketiga elemen ini adalah yang paling berpengaruh dalam mengkonstruk masyarakat. Mulailah terbuka ruang-ruang baru bagi para peserta didik untuk berproses dan belajar, ‘freire menuntut bahwa belajar adalah suatu investigasi kenyataan yang dialogis, pendidikan harys menjadi suatu proses yang melibatkan tiga momentum dialektis; investigasi pemikiran tematik’

Oleh karena itu betapa pentingnya makna pendidikan dalam hidup manusia, pendidikan merupakan kebutuhan yang mutlak untuk manusia sebagai usaha mewujudkan  cita-cita. Mari kita rubah makna pendidikan hari ini, dimana pendidikan hanya sebatas formalitas belaka untuk mendapkan selembar kertas (legalitas) semata, lebih dari itu mulai hari pemdidikan merupakan warisan yang tak ternilai berapa banyak yang ilmu yang kita dapatkan hari ini. Sebab itulah dengan pendidikan kita dapat memajukan bangsa dan negeri tercinta ini dengan ilmu yang di wariskan melalui pendidikan.

Oleh: Vl Ableh

Posting Komentar

0 Komentar